Tags

, , , , , ,


Pertama-tama, gw mengucapkan Alhamdulillah karena akhirnya duit gw kembali setelah sempat menggantung selama 7 hari.

Kedua, gw mengucapkan salut pada tim Bank yang sudah berdaya upaya membereskan masalah ini secara cepat tanpa menunggu hingga injury time.

Karena masalah ini uda selesai, clear dan tidak ada masalah lagi, maka gw tidak punya kewajiban apapun untuk menunjukkan bukti transaksi, bukti pengaduan termasuk juga menunjukkan bank mana yang menjadi rujukan posting ini. Ini cerita riil, dan bukan hoax. Intinya sekarang bukan service bank tersebut, tapi tindakan preventif kita sebagai nasabah bank apapun dalam menyikapi kemungkinan terburuk salah satu sistem perbankan, Authorized Teller Machine ato Anjungan Tunai Mandiri alias ATM, yang dibuat untuk memudahkan kita. Gw rasa inisial saja sudah cukup. Pertanyaan untuk memperjelas bank manakah itu, tidak akan dijawab. Sekali lagi, posting gw ini bukan tentang kualitas pelayanan bank tersebut, tapi lebih kepada tindakan preventif.

Disamping itu, karena emosi yang masih meluap, gw banjirin timeline twitter gw ungkapan kekesalan. Beberapa kali, juga sempat mau maki2 via Facebook tapi berhasil teredam. Dan gw punya kewajiban untuk menjernihkan masalah ini, biar kita semua juga bisa bobo’ dengan tenang. Begini kronologinya.

Jumat tanggal 5 Maret 2010, gw niatnya mau transfer ke rekening bank B untuk bayar hutang. ATM bank M yang gw gunakan tidak bisa mentransfer langsung ke rekening bank B karena tidak termasuk dalam jaringan ATM Bersama. Seperti biasanya, gw akalin dengan dilewatkan via bank N.

Skemanya kira2 kayak gini: ATM bank M –> Bank N –> Bank B.

Di sini perasaan gw uda mulai engga enak. Proses itu makan waktu lebih lama dari biasanya. Dan, setelah selesai pun di layar tertulis kira2 sebagai berikut (gw uda lupa2 ingat nih), “Transaksi sedang dalam Proses”. Gw tidak berpikir ulang, dan simpan bukti transfer itu.

Minggu, tanggal  7 Maret 2010, gw transfer sisa uangnya ke bank N kembali. Confirm sukses. Proses cepat. Gw langsung ke ATM bank N di Megamall, coba transfer lagi ke Bank B. Tidak Bisa. Why? Selidik punya selidik, ternyata saldonya kurang. Loh? Kemana nih uang? Masak angsuran rumah dipotong di awal bulan. Ga mungkin.

Sampe rumah, gw hubungi hotline bank N untuk menanyakan transfer gw di hari jumat. CS bilang tidak ada transfer uang masuk di hari jumat. Tapi, ada uang masuk hari ini. HEH? Gw transfer tidak sampe satu jam lalu, uda masuk? Trus yang hari jumat kemana? 2 hari kemana aja tuh uang?

Gw cek ke hotline bank M untuk mengkonfirmasi ulang bukti transfer gw. CS bilang ada transfer uang keluar ke bank N pada hari jumat dan hari minggu. Dan dua2nya berhasil dan sudah didebet. LHAH? Duitnya menggantung di alam maya…  :). CS menyarankan untuk menempuh procedur pengaduan di bank terdekat dengan membawa semua bukti, juga KTP dan buku  bank.

Senin, 8 Maret 2010-jam 12 siang, gw mulai ngantri di bank M. 3.5 jam lebih berlalu dan belum dilayani. Jujur aja, gw jengkel berat. Apa2an nih Bank? Dari dulu, tetep sama aja cara nangani antriannya. Untungnya ada seorang temen yang bisa membantu. Gw diminta untuk mengisi form pengaduan. Dari dia, gw dapat penjelasan bahwa masalah ini akan diteruskan ke pusat. Karena hanya kantor pusat yang bisa menangani transaksi antar bank. Prosedurnya memakan waktu 14 hari kerja katanya. 14 hari kerja means 5+5+4 alias 3 minggu bukan? :(

*padahal gw transfer dari bank M ke bank N yang satu kota dan berjarak tidak lebih dari 1 KM *sigh*

Rabu, 10 Maret 2010, gw telpon lagi ke CS bank M. Jawabannya Cuma sedang diproses oleh kantor pusat. Dan prosesnya jadi lebih panjang, 45 hari kerja. WHAT? Gw uda mulai muntab nih… 45 hari kerja means 3 months !! Kemana aja tuh duit? Gw ga dapat bunganya, malah tambah bingung darimana uang buat nalangin duit yang ngegantung. Ini tidak bisa dibiarin, tapi gw juga nyadari kantor cabang tak bisa berbuat banyak. Bahkan hotline 14xxx pun tidak bisa membantu banyak.

Beberapa temen menyarankan surat pembaca bisa menolong banyak untuk memberikan pressure pada mereka untuk bekerja lebih efektif. Sementara ada tetangga yang pernah bermasalah sama, menyarankan untuk “ngengkelism ” (dari bahasa jawa yang artinya keras kepala, stubborn)  dan minta bertemu dengan manager ato kepala cabang yang tentunya berlevel lebih tinggi untuk mendapatkan keputusan yang lebih cepat.

Alhamdulillah, di saat gw menimbang saran2 tersebut, di hari jumat tanggal 12 Maret 2010 sebuah telepon dari bank M mengabarkan bahwa transaksi tersebut digagalkan dan uangnya dikembalikan ke rekening asal.

ATM adalah mesin computer yang terhubung dengan jaringan mirip internet juga. Adakalanya jaringan terganggu, sehingga data pun tidak lengkap dan transaksi bisa gagal. Ini normal saja. Selama satu minggu, ngobrol sana-sini, ternyata banyak juga yang ngalamin. Bahkan tetangga saya mengalami jumlah yang lebih banyak dan bisa solved dalam satu hari.

Pencegahan/Preventif Jika terjadi gagal transfer via ATM, maka :

  1. Jangan panik, selama…
  2. Bukti2nya ada. Maka dari itu Selalu simpan slip ATM anda, termasuk diantaranya bukti transfer, bukti bayar (telepon, HP, de el el) dan juga saldo terakhir. Itu adalah bukti yang sah. Hingga akhirnya anda mem-print buku anda.
  3. Jika anda men-transfer ke seseorang, segera pastikan via telpon. Transaksi antar bank yang gw alami bisa selesai dalam waktu 1 jam saja. Jangan tunggu berhari-hari. Lebih cepat dideteksi keberhasilannya, lebih nyaman. Kita juga enak tidur.
  4. Jika transfer ke rekening sendiri malah lebih enak. Segera print out buku bank tujuan dan penerima untuk membuktikan hal tersebut. Buku bank hanya mengatakan timeline uang keluar dan masuk. Ini harus diperkuat dengan bukti transfer karena disitu tertera jelas darimana uang itu dan tujuannya kemana lengkap dengan nama penerima.
  5. Jika jumlahnya melebihi limit transaksi harian, mendingan langsung ke bank dan transfer secara manual (daripada berkali2 seperti yg gw alami. Peningkatan frekuensi aktivitas juga berarti peningkatan potensi bahaya).
  6. Internet banking juga bisa dilirik sebagai alternative lain. Sistem pengamanannya lebih berlapis.
  7. Trik Ngengkelism juga bisa dipake. Logika yang dipake tetangga gw waktu itu adalah kliring antar bank bisa selesai dalam 3 hari, kenapa gagal transfer antar bank proses verifikasinya bisa lebih lama. Kan sama saja …. (eh, sama engga? ) :).

Berikut ada contoh slip transfer ATM untuk sampean perhatikan.

About these ads