Tags

, , ,


Sebenarnya ga ada bahasa Batam. Dan, beberapa diantaranya, saya kurang tau asal muasal istilah2 tersebut. Setiap pendatang baru pasti kenalan dengan istilah2 berikut ini dan lebih sering timbul salah paham berkaitan dengan artinya. Saya bantuin mendokumentasikan beberapa istilah untuk referensi sampean. Mungkin suatu saat datang ke Batam ato mencoba peruntungan disini, sehingga nanti ga bingung ya. :)

Teh Obeng = Es Teh
Tidak ada hubungannya dengan perkakas tukang yang fungsinya untuk memasang sekrup. Ini nama khas batam untuk Es Teh. Esnya juga ga diancurin pake obeng, setau saya. :)

Semalam = Kemaren (sehari yang lalu)
Ini istilah yang kerap menimbulkan kebingungan juga. “Semalam, aku sudah pasang stikernya di overhead crane”, kata salah seorang craft di kantor. Giliran saya yang bingung, “Bapak lembur sampe jam berapa kemaren, pak?”. “Enggak lembur, mas. Saya pasang jam 3 sore, kok”. Olala…semalam itu tidak sama dengan tadi malam.

Kemaren = 2 hari yang lalu
Ini istilah yang saya baru tau dari P’ Deni (thanks, pak). Kalo 2 hari yang lalu, malah nyebutnya kemaren. Ah, tenses-nya jadi kacau disini. :p

Dobby the house elf

Dobby the house elf

Orang rumah = Istri dan anak
Setiap ada teman yang bertanya, “Cak, orang rumah ga diajak?“, bayangan saya langsung melayang ke Dobby si peri rumah dalam serial Harry Potter. Hihihi…kok malah berdefinisi supranatural gitu. Teman yang lain rada mendingan lah karena mengira orang rumah = pembantu. Karena istrinya juga kerja dan hanya pembantu yang di rumah. Hehehe

Uang minyak = Uang bensin (uang transport)
“Si Fulan itu sukanya maen melulu. Ngabis2in uang minyak aja”, keluh tetangga pada istri saya. Istri saya yang berkerut, apa hubungannya anak cowok SMA dengan minyak goreng. Istri saya yang orang Ponorogo asli, lebih familiar dengan kata2 uang bensin.

Simpang = Perempatan
Tiap daerah punya istilah sendiri2 tentang persimpangan lalu lintas ini. Kalo di jateng, disebut Bangjo (abang ijo – lampu lalu lintas). Kalo di Jatim, namanya perempatan (ada 4 jalan ketemu). Ada beberapa simpang terkenal di Batam, misalnya simpang jam, simpang kabil dan simpang gelael.

Boleh Tahan = *ungkapan kekaguman*
Ini ga ada artinya. Biasanya diungkapkan oleh teman2 saya dari Batak dengan logatnya yang kental. Lambat laun, saya ngerti bahwa “boltah ato boleh tahan” juga digunakan etnik lain dengan nada yang sama. Kira2 contoh penggunaannya seperti ini. “Kau liat tak Chelsea lawan Liverpool semalam? Boleh tahan lah si Lampard itu”. Itu artinya Frank Lampard mainnya bagus banget.

 

Ambik = Ambil
“Cak, tolong ambik itu“, seorang rekan meminta saya untuk mengambil sebuah gambar. Pertama kali dengar, saya langsung terkikik-kikik. Soalnya, langsung inget kambing yang suka mengembik. Eh, kambing itu mengembik ato mengembek?

[blank] kali pun = sangat [blank] *ungkapan kekaguman*
Nadanya pun hampir sama dengan di atas.  “Bagus kali pun permainan Barcelona. Bisa melibas Muenchen 4-0″. Artinya ya… sangat bagus permainannya.

lori di batam

Lori di Batam

Lori = Truk
Yang dulunya hidup di Jawa, apalagi dekat dengan pabrik gula, pasti kenal dengan istilah ini. Di Jawa, Lori (lengkapnya sepur lori) adalah kereta pengangkut tebu. Di batam, lori adalah kata ganti kendaraan pengangkut non-manusia. Ga besar (truk trailer), ga kecil (truk biasa) ya sebutannya lori. Lori sendiri berasal dari kata bahasa Inggris, Lorry.

Sepur Lori di Jawa

Sepur Lori di Jawa

Tengok = Liat
Contoh kalimatnya kayak gini, “Coba kau tengok hasilnya? Uda betul?“. Seinget saya, dulu waktu pelajaran bahasa Indonesia, kata dasar tengok itu selalu berhubungan dengan orang sakit. Di batam, artinya melihat.

Kopi Tiam = lebih dari sekedar kedai kopi
Tiam = bahasa hokkien dari toko. Sehingga bisa diartikan toko kopi ato warung kopi. Tapi ga jualan kopi doang. Biasanya ada jualan teh, milo, juga makanan.

Pusing-pusing = muter2
Ini istilah melayu. Biasa terdengar dari TV3 Malaysia. Di Batam, istilah ini juga sering terdengar. Kalo ada anak kecil yang suka lari2 muter2 ga tentu arah, itulah yang disebut pusing-pusing.

Lasak = anak yang aktif
“Anakmu lasak ya, Cak”, kata teman kantor yang uda lama di Batam.
“Loh, ganteng2 gini kok dibilang mblesek “, bela saya. Mblesek (ga karu2an, bs jawa).
“Anakmu aktif gitu loh. Uda sejam lari2, loncat2, ga capek2″.

Congok =anak doyan makan
Tetangga saya (seorang ibu asli Surabaya) hampir tawuran ama tetangga yang lain gara2 anaknya dibilang “congok”. Di Jawa, Congok itu artinya bodoh, ato tolol. Ini kata berkonotasi negatif. Tapi si ibu tadi diam aja, sampe si tetangga menjelaskan artinya setelah melihat anaknya doyan makan.

Masyarakat Batam merupakan populasi heterogen yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Beberapa suku yang dominan di pulau ini adalah suku Melayu, Minang, Sunda dan Jawa. Tionghoa juga dominan. Flores pun ada. Indonesia banget ya… Istilah2 di atas dikembangkan dari kebiasaan masing2 suku yang dibawa kesini. Terjadilah asimilasi budaya di Batam ini. Saya yakin masih banyak istilah2 lain yang belum saya ketahui. Ntar saya posting lagi, kalo ketemu.

(foto dobby diambil dari wiki, truk dari KTB, dan lori tebu dari panoramio)

About these ads