Samarkand – Amin Maalouf
Gw uda punya buku ini 3 tahun yang lalu. Tapi baru selesai baca 3 minggu lalu! Tebal? Enggak. Bacanya lama sekali. Ga bisa baca? Bisa dong.
Alasan terkuat kenapa gw baru menyelesaikannya 3 minggu lalu adalah buku ini ga terlalu menarik untuk dibaca. Gw dulu pengen baca novel yang bukan bikinan orang amerika. Eh, apa ya? Saya milih karya Amin Maalouf (Novelis Lebanon) ini dan “My Name is Red” – Orhan Pamuk (Turki). Apalagi di cover belakang ada embel2nya “Pemenang Penghargaan Prix Goncourt 1993″, penghargaan tahunan untuk karya sastra Perancis.
Paruh pertama buku ini menceritakan tentang kehidupan Omar Khayyam (1048-1131) dan situasi & kondisi politik lokal di masa dia hidup. Khayyam adalah ahli Matematika, Astronomi, Teologi dan Filosof Persia kelahiran Nisyapur. Kemudian pindah ke Samarkand, yang menjadi sentra jalur sutra abad 14, dan diceritakan Omar diberikan fasilitas oleh pemerintah lokal setempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan disinilah hampir separuh cerita novel ini dibangun. Mulai dari sejarah dan penggambaran Persia, dari pemerintahnya, intrik politik dan keluarga dan (ga lupa) bumbu cintanya dengan Djahan. Juga jalan hidupnya yang ‘eksentrik’ di luar norma Islam pada umumnya. Mungkin latar belakang sejarahnya bener (sori, gw bukan ahli sejarah persia abad pertengahan dan ga ada niatan untuk jadi gitu
). Begitu juga kisah interaksinya dengan Hassan Sabbah (pendiri satuan elit pembunuh Hashihin/Assasin) dan juga Nizam Al-Mulk (Wazir Kerajaan Seljuk). Sempat cek di wiki, sepertinya ceritanya cocok. Diceritakan di bagian pertama ini, Omar diminta Nizam Al-Mulk untuk menuliskan semua pemikiran2 baik yang normal atau yang nyentrik dalam sebuah buku dan rubaiyatnya ( Quatrain ala Persia). Naskah Omar sempat dicuri oleh kaum Hashihin dan menjadi koleksi perpustakaan di benteng Alamut. Alamut sendiri akhirnya runtuh di era penyerbuan kaum Mongol dipimpin Hulagu Khan 1255 – 1256. Dikabarkan perpustakaan tersebut dibakar dan warisan Khayyam diduga juga hilang.
Paruh kedua, menceritakan tentang Benjamin O Lesage. O diambil dari kata Omar, karena orang tuanya mengagumi tokoh tersebut. Benjamin sendiri hanya sekedar kenal Khayyam dari orang tuanya. Justru semakin tertarik mendalaminya setelah mengunjungi kakeknya di Perancis dan kemudian diperkenalkan dengan Rochefort (seorang Marxis Perancis) dan Djamaluddin (Pencari suaka politik dari Persia) yang mengetahui masih ada naskah asli Khayyam. Benjamin tertarik untuk untuk mendatangi Persia dan berhasil menjalin hubungan dekat dengan Syirin, putri dari penguasa lokal di Persia. Tokoh Benjamin sendiri mungkin fiktif tapi tetap mengambil latar belakang sejarah kota Tabriz di era Revolusi Konstitusi Iran yang menuntut pembentukan parlemen di tahun 1905 -1911. Naskah asli Khayyam memang ditemukan. Namun dalam perjalanan kembali ke Amerika, Benjamin dan Syirin ternyata dipisahkan oleh kecelakaan kapal “Titanic” 1912. Naskah tersebut hilang untuk selamanya.
Sebenarnya inti ceritanya itu kisah kehidupan pribadi dan situasi politik di kota dimana orang2 seputar naskah tersebut hidup. Dari Omar, Djahan. Sponsor utamanya Nizam Al-Mulk, kompatriotnya Hassan Sabbah. Kemudian fans beratnya dari Benjamin dan Syirin.
Gw sendiri mencoba baca novel ini 3 kali, dan selalu berhenti sebelum nyampe separuh jalan. Dan jarak ‘percobaan’ pertama, kedua dan ketiga itu berbulan2. Uda lupa nyampe mana, ulang lagi dari depan.
Kalo gw bilang sih jalan ceritanya OK sih, cuman penyajiannya kurang menarik. Mungkin (mungkin loh ya… kembali soal terjemahan), terjemahannya mungkin kurang ‘nendang’. Novel berlatar belakang sejarah gini memang menarik untuk dibaca untuk bahan pengetahuan ringan. Se-enggak2nya gw ngerti kalo Hashihin ternyata adalah cikal bakal pembunuh bayaran profesional yang dikenal kemudian sebagai Assassin. Bisa juga, gw ga cocok ama cara Amin bercerita. Memang detil lokasi dan ilustrasi yang diberikannya cukup bagus, bahkan menuai pujian dari kritikus sastra sebagai strong point beliau. Tapi…. ah, entahlah… gw ngerasa novelnya ‘berat’, ‘ga terlalu menghibur’.
Di minggu berikutnya, gw berhasil menyelesaikan novel 200 halaman karya penulis Indonesia dalam tempo 3 hari. Tunggu aja posting berikutnya.
Coba hitung berapa pendapatanmu dalam volume emas
Ribut-ribut soal KHL (yang mana kenaikannya tidak signifikan), saya jadi berpikir apakah pemerintah dan pengusaha pernah berhitung soal daya beli.
Saya termasuk yang beruntung karena berpendapatan di atas UMR dan KHL. Alhamdulillah. Tapi satu tahun terakhir, saya merasa kehilangan daya beli. Sungguh bukan karena life style berubah, normal2 aja kok.
Saya hanya berpikir, kenapa pendapatan saya naik, tapi ga diimbangi daya beli. Sesuatu yang saya pikir (setahun sebelumnya) akan bisa saya beli (jika pendapatan saya naik) ternyata tetap saja tak terbeli.
Betulkah saya kehilangan daya beli?
Sampai akhirnya saya inget dengan alat tukar universal yaitu EMAS. Satu dinar (emas 4.25 gram 22 karat) di masa Rasulullah SAW bisa ditukar dengan 1 ekor kambing sehat berkualitas bagus. Pas hari raya kurban kemaren, satu dinar masih bisa beli satu ekor kambing. 1 Dinar beberapa minggu terakhir ‘anteng’ di angka 2.2jt-an (sempat tembus 2.3 juta malah). Sedangkan harga kambing ga sampai 2 juta.
Hakikat uang adalah sebagai alat tukar. Besarnya ‘nilai’ nominal uang yang begitu besar tidak akan berarti bila daya tukarnya melemah. Coba pahami fakta di Zimbabwe berikut ini:
Di bulan Maret 2008, sekantong kecil kopi produk lokal berharga 1 trilyun Z$ yang mana, satu dekade yang lalu dengan jumlah yang sama kita bisa mendapatkan 60 mobil baru. Dari sumber lain dikatakan bahwa, sekarang ini, 1 US$ berharga sama dengan 20 trilyun Z$ di bank central setempat, sementara di pasar gelap pecahan yang sama berharga 90 trilyun Z$. Dengan uang segitu, kita mendapatkan 1 kantong gula, berukuran 4 lbs (1.8 kg). Sekarang ini, a sebuah roti (a single loaf of bread) bernilai hampir 100 milyar Z$. Tenaga kerja non-terampil bisa mendapat 200 trilyun Z$ per bulan (ato sekitar 10 US$ menurut kurs resmi pemerintah).
Jadi di Zimbabwe, semua orang adalah trilyuner karena gaji tenaga non-terampil aja 200 trilyun.
Di Indonesia sendiri, kata jutawan juga sudah kehilangan makna eksklusif. Banyak jutawan di Indonesia. UMR yang dirilis pemko Batam senilai 1.3 juta sekian mengindikasikan mayoritas penduduk Batam adalah Jutawan. Tapi, para jutawan ini juga masih berjuang mendapatkan angka kelayakan hidup minimum. Pertanda mereka belum cukup makmur. Belum hidup selayaknya. Ini tahun 2011. Di sisi lain, laptop dan handphone cerdas telah membanjiri pasaran dengan nilai jutaan. Handphone cerdas ala Samsung galaxy Mini baru dibandrol 1.4 juta, hampir sebanding UMR 1 orang pekerja. Kendaraan bermotor semakin terjangkau harganya dibanding 10 tahun yang lampau. Anda boleh berkilah itu akibat kredit konsumtif yang membanjir. Walaupun ada benarnya, saya juga berpendapat manufaktur semakin bisa efisien, mampu menekan ongkos produksi dan bahan baku. Dengan demikian harga barang sesungguhnya semakin murah. Hanya karena daya beli kita yang semakin berkurang saja maka kita kembali menggerutu, gaji naik tapi tetap tak mampu.
Di tahun 80-an, denger kata computer yang berharga 900rb saja…. Wah… sophisticated item, hi tech, dan mahal. Bukan termasuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Hanya orang yang BUTUH dan MAMPU saja yang beli. Di tahun 80-an ini pula, orang tua saya mulai mencicil sebuah rumah tipe 45 lokasi hook. Besar cicilannya seinget saya cuma 160rb (kalo ga salah inget) selama 15 tahun. Saya kurang tau berapa gaji PNS saat itu. Mungkin uda masuk kelas Jutawan level 1. Tapi kata Jutawan akan disematkan pada orang yang suka berderma hingga berjuta-juta, naik mobil, ato minimal punya video player, nintendo, dan mampu sewa kaset minimal sebulan sekali. Pokoknya orang hebat dan kaya deh…
Saya jadi mencoba-coba mengkonversi daya beli dan nilai tukar pendapatan terhadap nilai intrinsik emas (ato dinar). Saya berasumsi daya beli seseorang itu berbanding lurus dengan jumlah emas yang dibelanjakannya. Dia susah membeli di luar jumlah tersebut KECUALI berhutang, ato harga kebutuhannya turun. Basis yang saya gunakan adalah historical data emas dari Kitco.com, http://www.kitco.com/charts/popup/au3650nyb.html.
Karena nilai emas per ounce disajikan dalam dolar, maka diperlukan historical data IDR terhadap emas. Saya mengambil data dari Google Finance, http://www.google.com//finance?chdnp=1&chdd=1&chds=1&chdv=1&chvs=Linear&chdeh=0&chfdeh=0&chdet=1322030243560&chddm=2651520&q=CURRENCY:USDIDR&ntsp=0
- image004
- image003
Google Finance hanya mencatat nilai tukar tersebut hingga bulan April 2004. Anomali grafik IDR terhadap dollar (1 dollar ~ Rp 12000) pada akhir tahun 2008 hingga awal tahun 2009, tidak berpengaruh banyak terhadap kenaikan harga emas terhadap dollar. Volatilitas akan selalu ada mengingat barang ini juga diperjualbelikan dimana harga ditentukan oleh supply dan demand.
Inget, kita mengkonversi pendapatan (yang dihargai secara nominal) terhadap volume emas yang bisa kita dapatkan. Semakin tinggi volumenya, maka diasumsikan daya beli meningkat.
Inget, 1 dinar (1 koin emas seberat 4.25 gram 22 karat) di 14 abad yang lalu bernilai 1 ekor kambing kurban sehat. Barang kebutuhan semakin murah, maka sesungguhnya kenaikan pendapatan menaikkan porsi emas dan selanjutnya meningkatkan daya beli. Jika tidak, tentu kita bertanya dimana missing link nya.
Pada Desember 2004, harga emas senilai 400 USD / ounce. Konversi USD ke IDR pada bulan desember 2004 adalah 9276 IDR/USD.
Sehingga pada bulan tersebut, emas senilai 400*9276=3710400 IDR /ounce. 1 ounce emas adalah senilai 31.1034768 gram.
Maka, 3710400/31.1034768 = 119292. 130 IDR/gram. Satu dinar seharga = 4.25x(22/24)x119292.13 = 464742.265 IDR. Belum termasuk ongkos cetak, sertifikat dan ongkir.
Maka, jika anda punya uang satu juta rupiah itu sebanding dengan (1000000/119292.130) = 8.383 gram. Atau (1000000/464742.265)=2.15 Dinar.
Di tahun 2004, anda (seorang jutawan) mampu membeli 2 ekor kambing ! ![]()
Di tahun 2003 ini pula, saya membeli sebuah PC rakitan standar (bukan buat game) dihargai 4.8 juta rupiah. Handphone mutakhir adalah Nokia 8110 senilai satu juta sekian.
Hari ini, harga emas telah menyentuh 1705.06 USD/ ounce. Sedangkan nilai tukar USD ke IDR sendiri sekitar 9050 IDR/USD.
Dari perbandingan valas di atas, IDR menguat 2.4% dari tahun 2004. Sedangkan nilai tukar emasnya sendiri sudah melompat 4 kali lipat.
Menengok gerai dinar hari ini, 1 dinar senilai dengan 2192076 IDR.
Hari ini jika anda jutawan, 1 juta rupiah, tak mampu beli kambing 1 ekor !!
Sekarang sebuah PC rakitan kelas standard sekitar 4 juta rupiah dengan spek yang jauh lebih baik di masa 2004.
Saya mencoba menghitung daya beli saya sendiri tadi malam, dan terkejut. Walaupun secara nominal pendapatan saya telah naik, ternyata daya beli saya terus berkurang dari tahun ke tahun.
Itu menjawab pertanyaan saya sendiri.
Note:
1. Saya bukan ekonom makro atau praktisi financial planner malah pasien financial planner. ![]()
2. Saya sadar studi saya tidak dilandasi dengan struktur logika yang baik. Seperti misalnya mengacuhkan pengaruh ekonomi global. Begitu juga, kebutuhan dasar tidak diasumsikan secara jelas sebagai acuan. Kan ga semua orang butuh kambing. ![]()
3. Karena ini untuk pemuas pribadi, maka saya tidak ada niatan ‘memprovokasi’ dengan konversi ke emas. Jika terpengaruh, itu karena anda sendiri. ![]()
4. Sengaja saya mempublikasikan pemikiran ini, mungkin saja ada yang bisa memperbaiki kerangka berpikir saya. Juga mengkritisinya. Dengan anda mengkritiknya, saya mendapat ilmu baru. ![]()
5. Jika tertarik lebih lanjut, anda bisa membaca artikel tentang emas dan valas dalam ekonomi global di geraidinar.com, baca buku think dinar karya @endykurniawan, ato referensi lain.
Apa arti rumah buat mu?
Seperti biasa gw barengan ama mas Rizqi shalat Maghrib di Masjid dekat rumah. Dan seperti biasa pula, anak itu selalu pengen cepat sampe, nyelonong sana-sini dengan langkah kakinya yang cepat. Gw sengaja pelan-pelan sambil menengok jajaran rumah tetangga sepanjang jalan menuju masjid. Ada satu dua (eh…barangkali 3 ato lebih) yang lampunya masih mati. Mungkin penghuninya belum pulang kerja. Tapi, sebagian besar sudah tidak berpenghuni. Ada satu rumah yang menarik perhatian. Jemuran masih nyantol di depan jendela, lampu depan menyala terang sehingga saya bisa membaca tulisan itu. “DIJUAL”.
Di gang sebelah, gw tau 3-4 rekan karib istri gw juga sudah pindah ke luar Batam mengikuti suami pindah tugas. Satu dan dua orang yang lain sudah ‘digosipkan’ akan dipindahtugaskan.
Sementara beberapa teman kerja gw juga ada yang pindah rumah karena pindah kerja.
Banyak orang masih susah beli rumah, tp banyak rumah yang dijual juga.
Beberapa orang yg gw kenal, masih mencari lokasi rumah yang nyaman, sedangkan beberapa yg lain mencari kenyamanan di luar rumah.
Ada yang ga betah di rumah sendiri, ada pula yang masih betah numpang orang lain?
Ada yang bela2in meninggalkan rumah demi kehidupan lebih layak, tp ada juga yang mati2an bertahan di rumah sendiri walaupun susah.
Rumah. Apa sih rumah?
Dulu saya dinasehati untuk segera membeli rumah daripada mengontrak. Menguntungkan dari sudut finansial, karena kita mendapatkan aset sebagai ganti “accomodation consumable”. Beli rumah secara kredit ato ngontrak tetap saja cost ada di sisi credit, ato expense. Itu adalah beban hidup seperti makan dan pakaian. Jadi inget kategorisasi kebutuhan pas pelajaran ekonomi di SMP. :p
Ada bentuk fisik di sana. Nilai fisiknya juga bisa mempengaruhi nilai asetnya. Tanah luas, bangunan bagus, lokasi strategis, tentu saja jauh lebih mahal daripada Rumah Sangat Sederhana Sehingga Susah Selonjor (RSSSSS)
. Sementara orang bermental investor, ingin “value”nya terus meningkat. Suatu saat nanti dijual kembali. Itu cuman benda mati, tak ada ikatan emosi.
Secara psikologi, rumah adalah comfort zone. Feel at home adalah perasaan nyaman. Buat perantau, “feel at home” adalah tanda2 keberhasilan. Merasa aman, nyaman, dihargai dan dicintai. Ada sejarah keluarga di sana. Makanya seorang teman mati2an mempertahankan rumah warisan keluarga karena ikatan emosionalnya, itu rumah pemberian neneknya pada bapaknya. Keempat bersaudara itu lahir di rumah, berantem hingga dewasa. Ada pohon seumuran adik bungsunya.
Buat gw, rumah adalah studio gw. Tempat gw ngeblog, nulis, ngoprek laptop kesayangan. Tempat gw motret kue2 produk cakeq (baca keik-ku), tempat gw eksperimen lighting, dan galeri pribadi gw… yeee… (tepok tangan….).
Ini rumah pertama gw. Sewaktu gw pertama merit, ga pernah ngebayangin mo punya rumah. Ga pernah direncanakan sebenarnya.
Jujur, sampe sekarang Batam bukan kota favorit gw walaupun uda hampir 6 taun di sini. Dibanding Surabaya, Jogja ato Bandung, sangat jauh tingkat kenyamanannya. Tapi, gw kerasan karena gw banyak ketemu orang baik di sini.
Buat gw, rumah adalah tempat dimana gw diterima kapan pun, ngerasa aman dan nyaman, serta banyak cinta di sana, tidak tergantung geografis, ato fasilitas. Rada naif ya? :p
Buat lu?
Kapan Timnas Indonesia Layak Ke Piala Dunia?
Pagi tadi gw pikir2 eh apa bener kayak gitu?
Secara logika sih, suatu tim harusnya terbukti kompetitif/menang di kompetisi level rendah dulu sebelum menggapai level yg setingkat lebih tinggi. Rada janggal misalnya suatu tim langsung bertarung di level berikutnya tp belum terbukti mampu di level yg lebih rendah. Walaupun begitu ada (sedikit) anomali ketika tim Dinamit Denmark tidak lolos kualifikasi piala Eropa, kemudian menggantikan Yugoslavia, dan malah Juara. Gw bilang ‘ sedikit’ karena sesungguhnya Denmark runner up Grup, bukan tim juru kunci. Ok…mari kita buktikan apakah jawaban ngawur gw itu terbukti secara fakta. Jadi kita ga usah bertanya2 lagi kapan Indonesia masuk putaran Piala Dunia, kapan jadi tuan rumah piala Dunia. Cukup bertanya sudahkah kita memenuhi kriteria yang gw sebutkan di atas. Sebagai perbandingan, gw sajikan data 3 tim tersukses Asia saat ini dengan mengecualikan Australia yang baru masuk AFC. Tim tersebut adalah Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan. Kalo kita sudah mencapai milestone2 yang dicapai oleh 3 tim ini, baru deh kita ngomong probabilitas Indonesia jadi peserta putaran final Piala Dunia. Apalagi jadi tuan rumah Piala Dunia.
Arab Saudi (Peringkat 5 AFC & 78 FIFA per Feb 2011)
- Juara AFC Cup tahun 1984, 1988, 1996 dan runner up di tahun 1992, 2000, dan 2007. Tersukses kedua setelah Jepang.
- Runner up Asian Games di tahun 1982 & 1986.
- Runner up Confederations Cup 1992 dan Semifinalis 1999.
- Belum pernah lolos Pra Olimpiade.
- Empat kali lolos piala dunia di tahun 1994, 1998, 2002 dan 2006.
- Liga Profesional Arab Saudi dimulai tahun 1976 dengan 8 klub dan sekarang diikuti 14 klub. Klub tersukses adalah Al-Hilal dengan 13 kali juara liga. Tidak diketahui apakah ada sistem promosi degradasi.
- Klub dari Arab Saudi juga berprestasi di AFC Champions League (dulunya Asian Club Championship) dengan 4 kali juara dan 6 kali runner up. Al-Hillal juara 2x (1991-1992 & 1999-2000) serta Al-ittihad (2004, 2005).
- Timnas Arab Saudi juga berprestasi di kompetisi regional seperti 3x Juara Gulf Cup of nations (turnamen untuk negara2 di teluk Persia) dan 2x juara Arab Nations Cup (turnamen antara negara2 Arab).
Korea Selatan (Peringkat 3 AFC & 38 FIFA per Feb 2011)
- Juara AFC Cup tahun 1956, 1960 dan runner up di tahun 1972, 1980, 1988 dengan prestasi terakhir juara tiga, 2011.
- Asian Games : Gold (1970, 1978, 1986), Silver (1954, 1958, 1962) & Bronze 1990.
- Confederations Cup 2001 sebagai tuan rumah, tidak lolos penyisihan grup karena kalah selisih gol dengan prestasi 2x menang , 1x kalah.
- Lolos Pra Olimpiade 8x dan selalu lolos sejak tahun 1988 – 2008 berturut2.
- Lolos Piala Dunia di tahun 1954 dan selalu lolos putaran final sejak Mexico 1986, total 8x. Prestasi terbaiknya adalah rangking 4 di tahun 2002 pas menjadi tuan rumah bersama Jepang.
- Klub Korea Selatan tercatat 9x juara AFC Champions League dan 4x runner up, yang terbanyak. Pohang Steelers adalah klub tersukses Asia dengan rekor 3 kali juara (1996-1997, 1997-1998, 2009). Seongnam Ilhwa di urutan kedua dengan 2x juara & 2x runner up.
- Liga Profesional Korea (K-league) dimulai di tahun 1983 dengan 16 klub. K-league sendiri tidak mengenal sistem promosi degradasi. Satu level di bawah K-League adalah liga amatir/semi profesional.
- Pemain terukses Korea Selatan adalah Park Ji Sung yang tercatat sebagai pemain Asia pertama yang memenangi European Champions League (2008, Park tidak main ketika MU mengalahkan Chelsea). juga pemain Asia pertama yang bermain di Final Liga Champion Eropa di tahun 2009 ketika MU kalah dari Barcelona.
Jepang (Peringkat 2 AFC & 29 FIFA per Feb 2011)
- 4 x Juara AFC Cup tahun 1992, 2000, 2004 dan 2011.
- Asian Games : Gold (2010), Silver (2002) & Bronze (1951, 1966).
- Runner up Confederations Cup 2001. Jepang sebagai tuan rumah dan juara Asia 2000.
- Lolos Pra Olimpiade 1996, 2000, 2004 dan 2008.
- Lolos Piala Dunia di tahun 1998, 2002, 2006 dan 2010.
- Timnas Jepang juga menjuarai turnamen tidak resmi regional seperti Kirin Cup, Dynasty Cup juga Juara AFC/OFC Chalenge Cup 2001 dengan mengalahkan Juara OFC 2000, Australia.
- Klub Jepang tercatat 5x Juara dan 3x runner up AFC Champions League. Furukawa Electric (1986-1987), Yomiuri FC (1987-1988), Jubilo Iwata (1998-1999), Urawa Red Diamond (2007) dan Gamba Osaka (2008).
- Jepang juga satu2nya tim nasional di luar benua Amerika yang diundang Conmebol untuk bertarung di Copa America.
- Liga Profesional Jepang (J-league) dimulai di tahun 1992 dengan 16 klub. Tahun 1999, J-League memperkenalkan divisi 2 yang diambil dari klub2 semiprofesional berikut sistem promosi dan degradasi. FYI, Bisbol dan Sumo masih olahraga terpopuler di Jepang, tapi prestasi sepakbolanya telah mendunia. Tim Wanitanya adalah Juara Piala Dunia 2011.
- Pemain terukses Jepang, menurut saya, adalah Hidetoshi Nakata. Nakata adalah pemain Jepang kedua yang bermain di Liga Seri A Italia. Pemain pertama adalah King Kazu ato Kazuyoshi Miura di klub Genoa.
Uda jelas kan bagaimana raja2 Asia ini langganan putaran final Piala Dunia. Jawaban ngawur gw ternyata bisa dibuktikan bahwa untuk negara Asia yang ingin lolos putaran final piala dunia, harus minimal:
- Langganan Juara Regional dan turnamen tidak resmi. Simak rekor Arab Saudi di poin 8 dan Jepang di poin 6.
- Pernah juara Asia, baik Asian Games ato Asian Cup.
- Teratur lolos kualifikasi Olimpiade (kecuali Arab Saudi).
- Klubnya minimal pernah Juara Asia.
- Dengan sendirinya, skill pemain lokal menjadi lebih baik karena terbiasa main di level Internasional/Asia baik klub atau tim nasionalnya.
Jika 5 syarat itu dipenuhi, mari kita ngomong kapan Indonesia masuk putara final Piala Dunia. Kalo belum juara AFF ato ASEAN Games berturut2, ndak usah capek2 mimpi.
Kalo Anti Benayoun, Harusnya Anti Arsenal Juga !
Yossi Benayoun. Kapten timnas Israel yang berposisi Attacking Midfielder ini bukan pemain medioker. Karir Premier League nya dimulai dari West Ham United. Karir tersuksesnya tentu saja di Liverpool. Setelah itu masih bisa mempesona Chelsea untuk merekrut. Itu masih termasuk klub papan atas Eropa loh, sehingga kemampuannya adalah rata2 pemain dunia.
Rada gondok juga mengetahui tanggapan Gooners Indonesia soal Benayoun. Dicaci maki dan dibenci karena warga negara Israel, rasanya ga fair. Oke deh kalo yang dimasalahkan adalah ‘not-considered-as-marquee-player’. Ok, kalo dianggap masa dia uda mau habis karena uda berumur 31 tahun. Wenger Arsenal memang terlalu pelit untuk menyabet Eden Hazard ato Mario Gotze. Ok deh kalo alasannya pure technical, gw terima argumennya. Sikap mereka ini ga jauh beda ama rival, tetangga sebelah, Malaysia. Dalam Chelsea 2011 tour of Asia, Benayoun sempat di-boo oleh penonton di Malaysia selama babak I. Bukan alasan teknikal yang buruk melainkan supporter menunjukkan dukungan pada Palestina yang dijajah Israel. Tapi ketidaksukaan berdasar ras? Karena Yahudi, berkewarganegaraan Israel dan dianggap pro Zionis, sehingga ga pantas membela The Gunners? Tunggu dulu…
Inminds adalah situs advokasi Boycott Israel Campaign. Arsenal adalah satu diantara sekian product yang diindikasikan mendukung politik apartheid di Israel. 26 February 2006, Arsenal FC mengikat kontrak untuk mempromosikan Israel sebagai tujuan wisata. Dengan kontrak senilai 350 ribu pound tersebut, Israel dipromosikan di LCD screen sewaktu pertandingan dengan potensia audiens yang bisa dicapai adalah 700 juta pemirsa di 198 negara. Kementrian Pariwisata Israel diberikan hak khusus untuk menggunakan logo dan tim Arsenal sebagai alat promosi wisatanya. Baca selanjutnya di sini.
Pada situs arsenal.com sendiri, http://www.arsenal.com/the-club/community/arsenal-in-the-global-community, Arsenal mengakui bahwa mereka memang mempunyai kerjasama yang cukup lama di Israel. Salah satu program mereka “Arsenal in the Galilee” yang bertujuan mempromosikan hubungan yang lebih baik antara anak-anak Yahudi dan Arab.
Tidak ada kabar terbaru mengenai hubungan ini, dan jika browsing lewat internet pun, hampir semuanya me-refer pada situs inminds. Saya terbuka pada semua masukan dan informasi terbaru, karena keterbatasan waktu dan sumberdaya.
Sebagai muslim, tentu saja sebuah dilema melihat tim kesayangan ternyata mengakui didukung dan/atau mendukung politik apartheid zionis yang menyengsarakan kaum muslim, saudara seiman, Palestina. Tapi lebih hipokrit lagi, mencibir Benayoun karena dia seorang Israel, tapi mendukung (sampe mati malahan) klub yang mana telah terbukti bekerja sama dengan Israel.
Pertanyaan selanjutnya saya tujukan pada
(1) seorang gooner
(2) muslim
(3) ato anti politik zionis
(4) juga anti Benayoun dengan alasan politik (alias tidak ada hubungannnya dengan teknikal ato non-teknikal sepakbola),
Masih mau munafik dengan Benayoun?
Kalo iya, stop dukung Arsenal juga ya. Juga stop makan McDonalds, minum Starbucks dan Coca Cola, dan pakai produk Sara lee. Jangan setengah2 anti zionisnya. Masak cuman Benayoun doang. Berapa sih kontribusi Benayoun pada pemerintah Israel dibanding perusahaan2 itu? Jangan bermuka dua seperti politik Amerika dong. Ga mau Benayoun karena Israel, tapi masih ngebelain klub yang bekerjasama dengan Israel… Fair Play dong…
Kalo dukung Arsenal berarti dukung Zionis?
Jawaban sakleknya sih iya
. Uda terlalu cinta ya? Yup, it’s hard not to love this club kata Thierry Henry
Ada satu pendapat yang saya kutip di salah satu situs muslim. Selama anda masih nonton gratisan di TV (tidak bayar pay per view), tidak nonton langsung di Emirates, tidak membeli merchandise asli Arsenal atau apapun dimana pemasukan tersebut masuk ke kas klub, maka anda masih tergolong ‘bebas dosa’ karena tidak menyumbang pada zionis.
Dan jika anda mendukung Arsenal dengan asas non-politik, karena beautiful play ala Monsieur Wenger, ngefans pada Van Persie ato Wilshere, terpesona oleh 49 matches unbeaten, ato emang ga suka ama Spurs, dan tidak tertarik pandangan dan agenda politik board of Director, ya jangan hakimi Benayoun dengan alasan politik. Mohon diterima dengan lapang dada demi tangga juara.
Victoria Concordia Crescit






.jpg)











![[DIJUAL] WajanBolic TL-WN321G [DIJUAL] WajanBolic TL-WN321G](http://farm8.staticflickr.com/7151/6518977295_7bec5861c1_t.jpg)



