CakTopan’s Journal

A Personal Journal

Donasi Paypal di Blog WordPress

Sampean liat ada banner baru di samping ini? Iya, betul. Mulai hari ini, semua blog2 gw akan mencantumkan paypal donations. Ya, sapa tau ada dari sampean2 berbaik hati untuk menyumbangkan sedikit rupiah sebagai tanda apresiasi. :)

Mencantumkan banner ini ke dalam wordpress.com ’sedikit’ menyulitkan jika tidak tau triknya. Sebagaimana kita tau, blog berbasis wp.com (demikian singkatnya) tidak bisa ditempeli dengan script. Pada percobaan pertama dengan bantuan posting2 blogger lain, ternyata bannernya ndak bisa muncul. Demikian juga dengan percobaan kedua dan ketiga. Script2 tersebut hilang ketika disimpan di text widget.

Untunglah, gw bukan orang yang mudah menyerah (boleh dong memuji diri sendiri, xixixi…).  Ternyata ada panduan resmi dari wp.com tentang hal ini. Sayangnya waktu dicari dengan keyword ‘paypal+wordpress.com’, page tersebut tidak muncul di urutan pertama. Yang muncul malah, tutorial untuk blog wordpress yang self-hosted, ato blogger. Ini yang menimbulkan kegagalan percobaan gw yang pertama hingga ketiga.

Langkah2nya sebagai berikut:

  1. Anda harus punya account paypal dulu ! Kalo tidak ada, terus sumbangannya masuk mana? :D
  2. Login ke account paypal anda, masuk ‘merchant services’.

  3. Buat tombol, ‘create button’, dan pilih ‘donation’ (donasi). Anda boleh memodifikasi bahkan mengganti dengan gambarnya dengan kesukaan anda.

  4. Jika sudah, maka anda akan dibawa ke kode htmlnya. Ada 2 tab disana, ‘website’ dan ‘email’. Sebelumnya, gw ga paham tentang hal ini. Mode ‘website’ berisi script yang tidak bisa berjalan di blog wordpress.com. Sedangkan mode ‘email’ berisi kode html yang bisa disalin ke ‘widget text’ blog wordpress.com.
  5. Jika sudah, salin kode html untuk gambarnya. Untuk tombol paypal secara ofisial, seperti berikut ini: . Lainnya bisa anda cari via google. Jika sudah, maka jangan lupa masukkan kode html dari paypal account anda di baris ‘link to image’. Liat skrinsyut bawah.
    6.  Selesai.

Tutorial berbahasa Inggrisnya bisa diliat di sini.

Thursday, February 4, 2010 Posted by caktopan | Computer Stuff | , , , , , , , | No Comments Yet

The Pupil – Sinetron Hukum Singapura

Sejak beberapa minggu yang lalu, saya tertarik juga mengikuti sinetron Singapura ini. Saya sih paling seneng serial Phua Chu Kang, kemudian hantu cantik yang diperankan Fiona Xie (lupa judulnya). Police and Thief pun lucu banget. Pernah juga ada film pendek tentang Human Interest hubungan antara kakek dan cucunya. Waktu itu sangat mengharukan sampe menitikkan air mata. huhuhu…. Itu acara hiburan. Untuk yang serius, saya suka Unexpected Access. Dulu dipandu Wong Li Lin. Menceritakan mengenai kehidupan yang mungkin ga pernah diliat orang2 umum. Misalnya, dulu tentang pekerjaan di Keppel Ship Yard. Kemudian, cara bekerja Imigrasi Singapura di Woodlands Border. Bagaimana mereka mengidentifikasi potensi bahaya dalam waktu terbatas supaya tidak mengganggu keamanan.

Saya sih harus akui tertarik juga dengan sinetron The Pupil. Saya kurang tau para Singaporean menjuluki apa film2 pendek dan serial yang ditayangkan di TV. Makanya saya sebut Sinetron saja.

The Pupil ini dibintangi oleh Rebecca Lim, Adrian Pang, Janice Koh dan Elfaeza Ul Haq. Mereka bekerja di firma Hukum Roberts and Fong. Sumber cerita konon dari kejadian nyata. Setiap kasus ditayangkan per episode. Dari mulai kasus penolakan penerimaan siswa di sekolah, kekerasan pada orang tidak mampu, hingga tuntutan akibat kecelakaan taksi. Serial ini mau menunjukkan bagaimana para pengacara ini bekerja demi klien yang dibelanya supaya mendapatkan keadilan. Tentu saja, dibumbui kisah pribadi masing2 personelnya. Misalnya Wendy Lim, seorang Malaysia yang memulai karir magangnya (Pupil, makanya sinetron ini diberi judul begitu) di firma hukum ini karena ingin mencari jejak ayahnya. Bukti yang dia pegang adalah sebelum ayahnya menghilang, sempat berhubungan dengan firma ini. Juga Nisa, yang mencari pengakuan dari keluarganya.  Juga pemeran2 lainnya punya masalah pribadi sendiri2, semata2 untuk menunjukkan sisi manusianya dan menjaga alur cerita sinetron ini tetap menarik.

Saya harus akui ini memang menarik. Mungkin mirip Law & Order era tahun 90-an. Juga, mengingatkan saya pada novel2 karya John Grisham. Beberapa istilah hukum diperkenalkan. Dialog2nya mantab, walaupun saya masih suka terkikik mendengar dialek mandarin dalam bahasa Inggris mereka. Menarik juga, Channel 5 tetap menayangkan subtitle mandarin dan Melayu. Jadi, saya juga ga terlalu susah payah memahaminya. Lebih penting lagi, aktingnya. Adrian Pang selalu sukses memerankan orang menyebalkan. Dan, Rebecca Lim juga terlihat lugunya dalam memerankan orang yang baru lulus kuliah.

*eh ada tak sinetron Indonesia macam ini?* :p

Monday, February 1, 2010 Posted by caktopan | DuniaSana, Film | , , , , , , , , | No Comments Yet

Ngenet di Jam Kantor

Jaman sekarang mana ada sih company yang ga pake jaringan internet. Mungkin company yang ga bonafid kali ya? Hehehe…

Company dalam menjalankan bisnisnya menggunakan jaringan internet berkecepatan tinggi. Transfer data dan email mungkin mendapat porsi terbesar. Setelah itu VOIP mungkin (?). Biasanya ‘efek samping’ nya adalah karyawan kebagian akses internet. Sebuah pisau bermata dua. Ada suatu asumsi positif dari perusahaan bahwa karyawannya akan menggunakan fasilitas tersebut sebijak mungkin. Karyawan dianggap cukup dewasa untuk memilah tau kapan saatnya bekerja sungguh2. Dan, kapan coffee time (baca: rehat sejenak). Premis tersebut mendukung karyawan untuk bisa memperkaya wacananya yang ujung2nya bisa meningkatkan produktifitas perusahaan tersebut.

Gw sendiri ga tahan ngeliat internet. Bahkan uda taraf kecanduan. Kira2 4-8 jam sehari dihabiskan untuk ngenet. Tergantung kebutuhan juga sih. Dua jam juga bisa cuma buat baca berita dan cek email. Delapan jam itu uda terbagi antara blogging, blogwalking, balas email, baca email dan moderasi milis.

Pernah ga ketauan oleh bos lagi ngenet? Pernah. Malah sering… hihihi…

Dulu, badan bisa panas dingin kalo ketauan. Kesannya ga kerja. Tapi, lama kelamaan engga juga. Bos2 gw orangnya ga terlalu ’strict’ dan cerewet untuk masalah ini. Buat mereka, yang penting kerjaan selesai dan ga ada masalah serta tepat waktu.  Lagian, para bos ini juga enak. Duduk di ruangan yang pintunya tertutup. Otomatis laptop2nya juga tak bisa diliat secara leluasa. Bisa saja waktu gw ato lo pas mau masuk ruangan, mereka lagi ngenet. Waktu mereka ngetuk pintu, otomatis mereka bisa siap2… (entah siap2 wajah serius, ato gimana) … hahaha… Sehingga kalo lo masuk ruangan, mereka tetap terjaga citranya. Serius dan mendedikasikan seluruh waktunya untuk kerja. hihihi…

Padahal mereka juga manusia kayak kita juga. Merangkak dari staf junior dulu dengan segala kenakalannya.

Bos gw lainnya juga rada hobi ngenet. Karena monitornya keliatan kalo pas liat, makanya gw ngerti. Biasanya dia monitor harga saham dan valas. Sebagai Manager, isu tersebut pantas dicermati. Suatu hari, dia pernah bilang, “Jangan beli barang dulu sampe gw bilang. Harga baja lagi naik dan Dollar lagi gila”. Lhoh, bos? “Beli secukupnya saja. Nanti kita beli besar2an pas gw bilang beli”,  sambungnya lagi. Gw kurang tau apakah tindakannya saat itu memang benar2 menguntungkan pada akhirnya seperti yang dia rencanakan.  Di saat lain, gw discuss ama dia tentang equipment. Dengan tenang dia buka google, dan memainkan keyword2nya. Ketemu deh yang dibahas. “Nih, Wanda. Barang ini yang akan kita pakai. Cara bekerjanya seperti ini. Kamu pelajari baik2 ya”. Juga suatu ketika ada client bertanya tentang procurement item khusus. Dia cuma bilang, “Banyak tuh di Singapore. Pake keyword ini deh”. Lah? Lebih canggih dianya… hihihi…

Sampean bisa menyimak contoh positif diatas.

Okeh… sekarang kita kembalikan lagi positif thinking company ini. Inget loh…internet bukan kebutuhan primer. Tanpa internet, sampean masih bisa hidup (asal masih minum, makan dan pake baju).  Tapi, karena gratisan… lha kok langsung kalap. Sampe ga inget apa tujuan utamanya.

*Hehehe… reminder buat saya yang sering ketauan ngenet di siang bolong*

Thursday, January 28, 2010 Posted by caktopan | MyPersonal | , , , , , , | 1 Comment

Tentang Gembok yang Tidak Aman

Di bawah ini adalah tulisan rony lantip, aslinya ada di FB, dan disalin ulang oleh Ryosaeba. . Saya salin ulang tanpa ijin beliau2 (ndak sempat), karena materinya saya kira menarik. Menyindir seseorang yang mengaku-ngaku pakar, walaupun para pakar yang sebidang dengannya tidak mengakui kemampuannya. Lebih dari itu, si seseorang itu juga berusaha menjatuhkan pakar lain (yang beneran pakar) ketika popularitasnya naik karena berbagi ilmu.

Alkisah sebuah hikayat, sebuah negri dalam alur perjalanan dunia niaganya, entah karena dibuat sedemikian rupa atau karena faktor tidak sengaja, semua produk menggunakan tipe gembok yang sama.

Tidak ada yang merasa terganggu dengan hal ini. Gembok pintu, gembok almari, gembok brankas, gembok pagar, semua tipenya sama. Tipe F. Gembok yang kuncinya berupa alur-alur yang tertata rapi, dengan sedikit variasi lekukan di tiap kunci.

Lalu terjadilah, sebuah kota kemalingan. Kunci pagar, kunci rumah, kunci almari, kunci brankas, semua terbuka tanpa ada yang tahu siapa yang membukanya. Barang-barang hilang dalam hitungan jam. Gemparlah penduduk negeri itu. Rasa was-was melanda semua orang, kapan tiba waktunya, gembok mereka yang akan dibobol.

Polisi selalu mencari melalui kedekatan orang dalam, mengingat gembok itu tidak rusak. Ini prosedur standar, sudah sewajarnya. Kecurigaan muncul di antara sesama, adakah yang menduplikat kunci tanpa mereka sadari?

Terkuaknya Kelemahan sang Gembok
Di sebuah media, akhirnya muncullah seorang tokoh yang selama ini kurang begitu dikenal publik. Dia ahli kunci dan gembok, juga metode pengamanan rumah. Dia tampil ke muka menyampaikan kelemahan-kelemahan gembok.

Ternyatalah bahwa gembok Tipe F adalah gembok yang sangat mudah untuk dibobol. Dia perlihatkan kepada khalayak bagaimana caranya gembok tipe F dibobol tanpa harus terlebih dulu mencuri kunci aslinya lalu menduplikatnya.

Tak lama kemudian, seorang yang kita sebut namanya saja sebagai sipandir, yang selama ini dikenal dekat dengan dunia gosip ibu-ibu, menebar kabar ke para kuli tinta. “Orang itu telah melanggar etika. Dia mengajari orang untuk membobol gembok”, demikian ungkapan kabar yang disebarnya.

Gelisah lagilah penduduk negeri. Ngeri jika rumahnya, barang kekayaannya, habis ludes dibawa pergi oleh maling-maling baru. Tetapi, nanti dulu.

Memangnya penduduk negeri ini isinya maling melulu? Ah tampaknya para penduduk negeri ini tidak paham maksud sipandir. Sipandir tak lebih hanya menunjukkan kepongahan dan kebangsawanannya (ya, dia masih bangsawan, sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Sipandir memandang rendah semua penduduk negeri ini, menganggap bahwa semua penduduk ini berpotensi mencuri. Ini penghinaan.

Produsen pintulah yang harus bertanggungjawab
Wahai penduduk negeri antah berantah, ketahuilah. Bahwasanya bukan kesalahan kalian ketika mendapatkan gembok tipe F pada semua produk yang kalian pakai. Sama sekali bukan.

Selayaknya kalian bersyukur bahwasanya ada orang yang menunjukkan kesalahan gembok itu, memperagakan betapa mudahnya (ya, betapa mudahnya!) pembobolan gembok itu. Tanpa peragaan itu, tentunya kalian masih menganggap bahwa itu adalah ilmu tingkat tinggi. Kadigdayaan dug deng tanpa tanding. Yang kemudian kalian hanya bisa pasrah bila sewaktu-waktu tiba saatnya pintu-pintu kalian yang terbuka, harta-harta kalian habis ludes.

Si ahli gembok dan kunci serta pengamanan rumah itu telah menunjukkan, ada yang salah pada produsen pintu-pintu. Tuntutlah mereka. Minta mereka mengganti gembok dan kunci dengan yang lebih baik.

Bukankah kalian sudah menyerahkan kepercayaan kalian kepada para produsen pintu itu? Bukankah kalian sudah menandatangani nota kesepakatan penyerahan kepercayaan itu?

Janganlah kalian tertipu lagi oleh Sipandir (yang katanya bangsawan karena sepertinya sedarah dengan pemerkosa sum kuning). Menjadi cerdaslah kalian. Kejadian ini adalah bukti bahwa sipandir hanyalah orang bodoh yang sombong dan menganggap kalian rendah tak lebih dari sekumpulan pencuri.

Demikian ki sanak, aku sampaikan kepada kalian, baik penghuni negeri antah berantah itu, maupun kalian yang beruntung berada di luar negeri tersebut.

*nb: silakan tag atau forward tulisan ini ke orang-orang yang menurut Anda layak untuk diberi pencerahan. eh.. sekiranya tulisan ini mencerahkan menurut anda * #end#

sstt.. ada yang bilang ini pemicunya.

Thursday, January 28, 2010 Posted by caktopan | Hanya di Indonesia | , , , , | No Comments Yet

Jangan Mau Jadi Operator Warnet !

Disuatu sore nan indah, matahari bersinar cerah, cuaca sedang hangat, seorang operator warnet dengan senyumnya menyapa pelanggan, dan memberi bilik dengan koneksi terbaik. Ketika ia kembali ke meja server,menyeruput beberapa teguk kopi hangat,terdengar suara…..

pengunjung warnet: Bang sinih dong bentar.
Penjaga warnet:Iya, ada apa mba?*senyum
pengunjung warnet: Bantuin bikin ikon pesbuk duong!!
Penjaga Warnet: Ikon?
pengunjung warnet: Iya, bahasa kerennya pendaftaran.
*sang op warnet yang masi baru di dalam pekerjaanya, membimbing pelanggan untnuk membuat ikon facebook.

Didengar pengunjung warnet komputer no.2 yg tiba-tiba ga jadi mau ngecek quick count hasil pemilu.

7 menit kemudian

penjaga warnet: email-nya apa mba?
pengunjung warnet: imel apa bang?
penjaga warnet: email, buat kirim surat di internet.
pengunjung warnet: Aduuh, lupa kode posnya bang. KTP sini juga ga punya. Abis baru seminggu pindah ke sinih.

Didengar pengunjung warnet komputer no.3 yg tiba-tiba pengen beli lakban. Tapi akhirnya pake earphone dan nyetel mp3 “Muse” keras-keras.

2 Menit kemudian

pengunjung warnet: Saya pilih imel yang ayoo aja bang.

Didengar pengunjung warnet komputer no.2 lagi yg tiba-tiba nyesel pake account yahoo.

2 Menit kemudian

Penjaga warnet: Ngetik namanya gimana mba?
Pengunjung warnet: Gini. A terus S terus E dua kali baru H. Kalo dibaca indonesianya sih Aseeh tapi kalo bahasa inggris dibacanya Asih.
*alay detected

Didengar pengunjung warnet komputer no.4 yg tiba-tiba ngebatalin download lagu Afgan lalu googling “Free+mp3+Asereje.”

14 Menit kemudian.
Penjaga Warnet: Nih mba, udah jadi fesbuknya. Tinggal dimasukin foto mbanya.
Pengunjung warnet: Tapi album fotonya di rumah mas. Ntar melem aja saya kesini lagi. Masukinnya fotonya ke lubang ini ya? (sambil nunjuk tempat floppy disk)
Didengar pengunjung yg baru datang yang sedikit tersinggung karena masuk warnet sambil bersihin lubang idung.

2 Menit kemudian

Pengunjung warnet: Oh mesti foto yang kaya di hape itu yah, bukan foto asli. ya udah sementara pake foto yang lain dulu aja. Punya gambar Sandra Dewi engga bang?

Didengar pengunjung warnet nomer 3 yg nyesel ngelepas earphonenya karena tiba-tiba perutnya terasa mual.

3 Menit kemudian

Pengunjung warnet: Terus kalo pengen ngeliat foto temen gimana caranya bang?
Penjaga Warnet: Temen2nya mesti di-add dulu mba.
Pengunjung warnet: Kok mesti diet? Emang orang gendut ga muat dipesbuk? Rese amat sih daptar pesbuk di sinih!!!

Didengar pengunjung warnet komputer no 5 yang lalu membentur-bentur kepala ke tembok di belakangnya.

Malam hari yang indah. Ketika sang OP hendak pulang, dia bertemu dengan pelanggan yang tadi sore.

Pengunjung warnet yang tadi: Bang ada yang kosong?
penjaga warnet: Itu mba yang di ujung. yang no 6.

*Langsung OP warnet buru buru meninggalkan ruangan*

Pengunjung warnet yang tadi: Oh nyang ntu. Okay.
Pengunjung warnet yang tadi: Bang ajarin bikin eukon pesbuk lagi dong. udah lupa.

*naas nasib penjaga warnet,,belum sempat keluar pintu udah dipanggil lagi

Penjaga warnet: (Lelah) Kenapa mesti bikin lagi sih mba? Yang tadi aja kenapa?
Pengunjung warnet yang tadi: Kan tadi bikinnya buat yang dikomputer ntu bang (nunjuk komputer no. 1)

Penjaga warnet langsung memberikan uang 5ribuan dan meminta agar konsumen itu pulang ke rumah.

*** dari milis sebelah, untuk sekedar cengengesan* ^_^
*** dimodif dikit supaya ikutan EYD

Saturday, January 23, 2010 Posted by caktopan | Uncategorized | , , , , , , , , | 2 Comments